Sistem Kerja Actuator Pneumatik.

Sistem Kerja Actuator Pneumatik

Pneumatik berasal dari kata dasar “pneu” yang berarti udara tekan dan “matik” yang berarti ilmu atau hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu; sehingga arti lengkap pneumatik adalah ilmu/hal-hal yang berhubungan dengan udara bertekanan. Kini seluruh negara berkembang maupun negara-negara maju semakin banyak menciptakan sebuah inofasi terbaru agar membantu pekerjaan semakin lebih mudah dilakukan,termasuk di dunia industri menciptakan mesin”pneumatik” . Salah satu mesin pneumatik tersebut seperti Aktuator pneumatic.

1. Tau kah anda apa itu “Actuator pneumatik”?

Actuator pneumatic adalah aktuator yang memanfaatkan udara bertekanan menjadi gerakan mekanik. Dengan memberikan udara bertekanan pada sisi permukaan piston sesuai dengan gerak pistonnya.

Selain itu Actuator Pneumati terbagi menjadi 2 yaitu:

👉 TRENDING :  Review Laptop Gaming MSI Katana GF66 11UD 

1.Single Acting Cylinder (Silinder Kerja Tunggal)

Single acting cylinder  hanya  bisa memberikan gaya kerja ke satu arah.Sistem kerja Single Acting Cylinder yaitu Dengan cara  memberikan udara bertekanan dari sebuah kompresor kepada permukaan actuator, sisi  actuator yang terbuka ke atmosfir. Udara yang masuk ke  piston kembali masuk  diberikan  oleh gaya pegas yang ada didalam silinder direncanakan hanya untuk mengembalikan silinder pada posisi awal dengan alasan agar kecepatan kembali tinggi pada kondisi tanpa beban.

2. Double Acting Cylinder (Silinder Kerja Ganda)

Double Acting Cylinder atau yang sering disebut silinder kerja ganda yaitu yang paling banyak di gunakan pada perusahaan industri sama dengan silinder kerja tunggal, tetapi tidak mempunyai pegas pengembali. Silinder kerja ganda mempunyai dua saluran (saluran masukan dan saluran pembuangan). Silinder terdiri dari tabung silinder dan penutupnya, actuator dengan seal, batang actuator, bantalan, ring pengikis dan bagian penyambungan.

👉 TRENDING :  Review Proyektor Portabel ViewSonic M1+

Dengan memberikan udara bertekanan pada satu sisi permukaan piston (arah maju) , sedangkan sisi yang lain (arah mundur) terbuka ke atmosfir, maka gaya diberikan pada sisi permukaan piston tersebut sehingga batang piston akan terdorong keluar sampai mencapai posisi maksimum dan berhenti. Gerakan silinder kembali masuk, diberikan oleh gaya pada sisi permukaan batang actuator (arah mundur) dan sisi permukaan piston (arah maju) udaranya terbuka ke atmosfir.

Jika silinder harus menggerakkan massa yang besar, maka dipasang peredam di akhir langkah untuk mencegah benturan keras dan kerusakan silinder.

 

DAFTAR ISI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *